Apa itu Firewall?
A. PENGERTIAN FIREWALL
Firewall (Gambar 1)
adalah salah satu aplikasi pada sistem operasi yang dibutuhkan oleh
jaringan komputer untuk melindungi intergritas data/sistem jaringan dari
serangan-serangan pihak yang tidak bertanggung jawab atau lalu lintas
jaringan yang tidak aman. Caranya dengan melakukan filterisasi terhadap
paket-paket yang melewatinya.

GAMBAR 1 Ilustrasi Penerapan Firewall
GAMBAR 2 Arsitektur Firewall Pada Jaringan Komputer
Gambar 2
menunjukkan firewall yang melindungi jaringan lokal dengan cara
mengendalikan aliran paket yang melewatinya. Firewall dirancang untuk
mengendalikan aliran paket berdasarkan asal, tujuan, port dan informasi
tipe paket. Firewall berisi sederet daftar aturan yang digunakan untuk
menentukan nasib paket data yang datang atau pergi dari firewall menurut
kriteria dan parameter tertentu. Pada firewall terjadi beberapa proses
yang memungkinkannya melindungi jaringan. Proses yang terjadi pada
firewall ada tiga macam yaitu:
1. Modifikasi header paket
Modifikasi header paket digunakan untuk memodifikasi kualitas layanan bit paket TCP sebelum mengalami proses routing.
2. Translasi alamat jaringan
Translasi alamat
jaringan antara jaringan privat dan jaringan publik terjadi pada
firewall. Translasi yang terjadi dapat berupa translasi satu ke satu
(one to one), yaitu satu alamat IP privat dipetakan kesatu alamat IP
publik atau translasi banyak kesatu (many to one) yaitu beberapa alamat
IP privat dipetakan kesatu alamat publik.
3. Filter paket
Filter paket digunakan untuk menentukan nasib paket apakah dapat diteruskan atau tidak.
B. JENIS-JENIS FIREWALL
1. Packet Filtering Gateway
Packet filtering
gateway dapat diartikan sebagai firewall yang bertugas melakukan
filterisasi terhadap paket-paket yang datang dari luar jaringan yang
dilindunginya. Filterirasi paket ini hanya terbatas pada sumber paket,
tujuan paket, dan atribut-atribut dari paket tersebut, misalnya paket
tersebut bertujuan ke server kita yang menggunakan alamat IP
202.51.226.35 dengan port 80. Port 80 adalah atribut yang dimiliki oleh
paket tersebut. Seperti yang terlihat pada gambar 3, firewall tersebut
akan melewatkan paket dengan tujuan ke Web Server yang menggunakan port
80 dan menolak paket yang menuju Web Server dengan port 23. Bila kita
lihat dari sisi arsitektur TCP/IP, firewall ini akan bekerja pada layer
internet. Firewall ini biasanya merupakan bagian dari sebuah router
firewall. Software yang dapat digunakan untuk implementasi packet
filtering diantaranya adalah iptables dan ipfw.

GAMBAR 3 Web server dengan Firewall
2. Application Layer Gateway
Model firewall ini juga
dapat disebut Proxy Firewall. Mekanismenya tidak hanya berdasarkan
sumber, tujuan dan atribut paket, tapi bisa mencapai isi (content) paket
tersebut. Mekanisme lainnya yang terjadi adalah paket tersebut tidak
akan secara langsung sampai ke server tujuan, akan tetapi hanya sampai
firewall saja. Selebihnya firewall ini akan membuka koneksi baru ke
server tujuan setelah paket tersebut diperiksa berdasarkan aturan yang
berlaku. Bila kita melihat dari sisi layer TCP/IP, firewall jenis ini
akan melakukan filterisasi pada layer aplikasi (Application Layer).
3. Circuit Level Gateway
Model firewall ini
bekerja pada bagian Lapisan Transport model referensi TCP/IP. Firewall
ini akan melakukan pengawasan terhadap awal hubungan TCP yang biasa
disebut sebagai TCP Handshaking, yaitu proses untuk menentukan apakah
sesi hubungan tersebut diperbolehkan atau tidak. Bentuknya hampir sama
dengan Application Layer Gateway, hanya saja bagian yang difilter
terdapat pada lapisan yang berbeda, yaitu berada pada layer Transport.
4. Statefull Multilayer Inspection Firewall
Model firewall ini
merupakan penggabungan dari ketiga firewall sebelumnya. Firewall jenis
ini akan bekerja pada lapisan Aplikasi, Transport dan Internet. Dengan
penggabungan ketiga model firewall yaitu Packet Filtering Gateway,
Application Layer Gateway dan Circuit Level Gateway, mungkin dapat
dikatakan firewall jenis ini merupakan firewall yang memberikan fitur
terbanyak dan memberikan tingkat keamanan yang paling tinggi.
C. GAMBAR HUBUNGAN KERJA FIREWALL DENGAN SUSUNAN LAPISAN MODEL REFERENSI TCP/IP

GAMBAR 4 Lapisan untuk Proses Packet Filtering Gateway

GAMBAR 5 Proxy Firewall dilihat pada Model TCP/IP

GAMBAR 6 Circuit Level Gateway dilihat pada Model TCP/IP

GAMBAR 7 Statefull Multilayer Inspection Firewall dilihat pada Model TCP/IP
D. IPS (INTRUSION PREVENTION SYSTEM)
Intrusion
Prevention System (IPS) adalah pendekatan yang sering digunakan untuk
membangun system keamanan komputer, IPS mengkombinasikan teknik firewall
dan metode Intrusion Detection System (IDS) dengan sangat baik.
Teknologi ini dapat mencegah serangan yang akan masuk ke jaringan lokal
dengan memeriksa dan mencatat semua paket data serta mengenali paket
data sensor, disaat attack telah teridentifikasi, IPS akan menolak akses
(block) dan mencatat (log) semua paket data yang teridentifikasi
tersebut. Jadi IPS bertindak seperti layaknya firewall yang akan
melakukan allow dan block yang dikombinasikan seperti IDS yang dapat
mendeteksi paket secara detail. IPS menggunakan signatures untuk
mendeteksi aktivits traffic di jaringan dan terminal, dimana
pendeteksian paket yang masuk dan keluar (inbound-outbound) dapat
dicegah sedini mungkin sebelum merusak atau mendapatkan akses ke dalam
jaringan lokal. Jadi early detection dan prevention menjadi penekanan
pada IPS ini.

GAMBAR 8 TOPOLOGI DAN TERMINOLOGI DALAM IMPLEMENTASI IPS
1. JENIS-JENIS IPS
a. HIPS (Host-based Intrusion Prevention System)
HIPS bisa memantau dan
menghadang system call yang dicurigai dalam rangka mencegah terjadinya
intrusi terhadap host. HIPS juga bisa memantau aliran data dan aktivitas
pada applikasi tertentu.
b. NIPS (Network-based Intrusion Prevention System)
Network-based Intrusion
Prevention System (NIPS) tidak melakukan pantauan secara khusus di satu
host saja. Tetapi melakukan pantauan dan proteksi dalam satu jaringan
secara global. NIPS menggabungkan fitur IPS dengan firewall dan kadang
disebut sebagai In-Line IDS atau Gateway Intrusion Detection
System(GIDS).
C. Signature Based
Sistematika IPS yang
berbasis signature adalah dengan cara mencocokkan lalu lintas jaringan
dengan signature database milik IPS yang berisi attacking rule atau
cara-cara serangan dan penyusupan yang sering dilakukan oleh penyerang.
D. Anomaly Based
Sistematika IPS yang
berbasis anomali adalah dengan cara melibatkan pola-pola lalu lintas
jaringan yang pernah terjadi. Umumnya, dilakukan dengan menggunakan
teknik statistik.
E. Sniping
Memungkinkan IPS untuk menterminasi serangan yang dicurigai melalui penggunaan paket TCP RST atau pesan ICMP Unreachable.
F. Shunning
Memungkinkan IPS
mengkonfigurasi secara otomatis firewall untuk drop traffic berdasar apa
yang dideteksi oleh IPS. Untuk kemudian melakukan prevention terhadap
koneksi tertentu.
2. CARA KERJA IPS
Intrusion
Prevention System (IPS) akan mengirimkan sebuah peringatan (alert)
kepada network atau system administrator ketika suatu hal yang
mencurigakan terdeteksi, memungkinkan administrator dapat memilih sebuah
tindakan untuk diambil ketika terjadi sebuah event. Intrusion
Prevention System dapat memonitor seluruh jaringan, wireless network
protocol, perilaku jaringan (network behaviour) dan traffic sebuah
komputer. Setiap IPS menggunakan metode deteksi tertentu untuk
menganalisis resiko.Tergantung dari model IPS yang digunakan beserta
fitur-fiturnya, sebuah intrusion prevention system dapat mendeteksi
berbagai macam pelanggaran keamanan. Beberapa diantaranya dapat
mendeteksi penyebaran malware pada sebuah jaringan, duplikasi file-file
besar di antara dua komputer, dan mendeteksi adanya aktivitas
mencurigakan seperti aktivitas port scanning.
Setelah IPS
membandingkan masalah yang muncul dengan aturan keamanan (security rule)
yang telah dibuat, maka IPS akan mencatat setiap event dan akan
mencatat frekuensi kemunculan event. Jika seorang network administrator
mengkonfigurasikan IPS untuk menjalankan tindakan tertentu berdasarkan
kejadian,intrusion prevention system kemudian akan menjalankan perintah
yang telah diberikan tersebut. Sebuah basic alert akan dikirimkan pada
administrator, sehingga administrator dapat merespon secara tepat atau
melihat informasi tambahan pada IPS jika diperlukan.
3. IMPLEMENTASI IPS DALAM MENGAMANKAN JARINGAN KOMPUTER
Metode pengamanan yang
banyak digunakan saat ini seiring berkembangnya teknologi mengenai
jaringan komputer yaitu IDS (Intrusion Detection System) dan IPS
(Intrusion Prevention System) yang dapat melakukan pengaturan agar
keamanan informasi dalam jaringan tersebut dapat diatur atau dijaga dan
juga keamanan jaringannya pun menjadi lebih aman. IPS (Intrusion
Prevention System) adalah metode pengamanan jaringan yang dapat berupa
software ataupun hardware. IPS dapat melakukan monitoring terhadap
seluruh aktifitas pada jaringan, IPS akan langsung melakukan pencegahan
terhadap gangguan-gangguan atau intrusion seperti blocking atau drop
program gangguan. Kelebihan dari IPS yaitu sistem yang dimilikinya
mempunyai kecerdasan buatan sendiri yang dapat mempelajari dan mengenali
serangan dan metode yang digunakan dalam penyerangan tersebut (Triger).
IDS dan IPS melakukan pendeteksian dan melakukan pencegahan terhadap
gangguan atau intrusion berdasarkan signature atau pattern yang terdapat
dalam rule yang dibuat. Paket data yang datang terlebih dahulu akan
diperiksa kecocokannya terhadap rule yang dibuat, apabila terdapat
kesamaan, maka secara otomatis IDS dan IPS akan melakukan peringatan
(alert) dan selanjutnya akan melakukan pencegahan berupa blocking
terhadap gangguan tersebut.
Komentar
Posting Komentar